
Sinopsis:
WANITA:
Aku mencintai laki laki itu dan menikahinya.
Akan tetapi setelah hari itu,
Aku memutuskan untuk bercerai dengannya
PRIA
Sampai sebelum hari itu,
Aku tidak mencintai istriku.
Akan tetapi setelah hari itu,
Aku mulai mencintai istriku
Wanita yang jatuh cinta dan lelaki yang tidak jatuh cinta.
Akan tetapi setelah hari itu, perasaan keduanya berubah drastis.
D-100,Apa yang terjadi kepada keduanya setelah hari itu?
Dari sinopsis-nya sudah terlintas dengan jelas genre novel tersebut "Hurt/Comfort Relationship" untuk seorang yang sedang mengidap jiwa melankolis seperti saya, novel ini sangat saya rekomendasikan. sinopsis-nya sudah menjelaskan bahwa cerita ini akan di warnai dengan " aku mencintaimu setengah mati menjadi aku membencimu setengah mati"
awalnya, saya pikir jalan cerita novel itu akan seperti sinetron-sinetron, tapi kenyataannya memang saya membaca novel tersebut dengan bayangan drama korea.
"Sejujurnya,aku tidak ingin terlihat putus asa di depan teman-temanku karena tidak memiliki pekerjaan. Sebenarnya,aku yang tidak pernah bekerja susah payah ini rasanya ingin sedikit pamer karena mendapat tangkapan bagus. Itu sebabnya aku cepat-cepat menikah. Saat itu pun aku menyukai Jung Chul Oppa. Tidak, dulu aku ingin memilikinya." (Kang Gyung Hee)
Kang Gyung Hee, memutuskan menikah di usianya yang ke-22. Masih terlalu muda untuk ukuran Ibu bahkan kakak laki-lakinya sendiri. Dia baru saja selesai kuliah dan belum bekerja. Namun ketika suatu hari ia menerima ajakan kencan dari Lee Jung Chul yang juga teman dari kakak lelakinya, Kang Gyung Hee memutuskan untuk menikah. Seminggu setelah kencan mereka, pihak keluarga Lee Jung Chul mengundang untuk bertemu untuk membicarakan pernikahan. Sayangnya dari hasil pembicaraan itu, Kang Gyung Hee sadar bahwa keluarga Lee Jung Chul meminta terlalu banyak. Ia pun panik dan bingung karena ternyata ibunya malah mencatat semua permintaan keluarga Jung Chul dengan senyum puas. Gyung Hee merasa ini bukan pernikahan tetapi transaksi jual beli. Maka ia pergi menemui Jung Chul untuk membatalkan lamaran tersebut.
Sayangnya seperti telah di takdirkan untuk bersama, persiapan pernikahan tetap di jalankan oleh kedua keluarga. Kang Gyung Hee dan Lee Jung Chul pun akhirnya menikah. Selama dua tahun Kang Gyung Hee menjalani kehidupan sebagai rumah tangga. Terkadang rasanya dia ingin melepaskan dan mengabaikan segala hal dalam kehidupannya. Dua tahun menikah, mereka masih belum punya anak juga. Suaminya selama dua tahun ini selalu acuh tak acuh setiap kali ia menyambutnya dengan gembira. Jung Chul tidak pernah mendengarkan ketika diajak mengobrol dan hanya sibuk membaca buku. Suami yang bahkan tidak mengingat hari ulang tahun pernikahan mereka.
Disaat itulah, pada suatu hari dia menemukan foto-foto dan dokumen dari dalam laci meja suaminya yang selalu terkunci. Gyung Hee merasa selama itu dia tidak mengenal suaminya sendiri seperti yang dia kira. Karena penemuan yang mengejutkan itu, Gyung Hee merasa sangat muak dengan suami dan kehidupan pernikahannya.
Namun,aku, Kang Gyung Hee, akan tetap bersabar layaknya wanita elegan selama 100 hari lagi. Setelah itu, aku akan menikamnya dari belakang dengan mengajukan gugatan cerai.Dan disinilah After D-100 dimulai..
After D-100 ini ditulis oleh Park Mi Youn. Mengapa D-100? Karena novel ini mengisahkan perhitungan hari mulai dari saat Gyung Hee memutuskan untuk bercerai hingga hari-hari setelahnya. Novel ini memang mengangkat tema pasangan menikah dan problematika yang cukup sulit dan sensitif : Kemandulan. Jalan cerita yang cukup berat dan bernuansa suram ini oleh penulisnya dibuat menjadi lebih mudah diterima pembaca karena adanya tokoh Gyung Hee yang selalu ceria dan lucu. Kesalahan yang dibuat Jung Chul, penyakit kejiwaan yang menyerangnya, munculnya perempuan dari masa lalu, lelaki charming yang belum menikah dan naksir berat pada Gyung Hee serta misteri-misteri kehidupan Jung Chul silih berganti menaik turunkan emosi Gyung Hee. Selama membaca novel ini, pembaca bisa dengan mudah berada di pihak Gyung Hee. Penulisnya pun saat menuliskan novel ini pun begitu. Tetapi semakin mengikuti alur cerita maka pembaca mungkin akhirnya bersimpati pada Jung Chul di akhir cerita. Saya sendiri menganggap terkadang Gyung Hee memang masih terlalu muda untuk menikah. Emosinya masih terlalu labil tapi menganggap dirinya sudah dewasa. Ha! Ini memang hanya sebuah cerita dalam novel,tetapi saya seperti sudah bertemu Gyung Hee dalam kehidupan nyata. *smirk*
In the end, ada satu paragraph dari novel ini yang menarik untuk di kutip. Ini adalah komentar kakak lelaki Kang Gyung Hee saat ia mendengar adik bungsunya ini ingin menikah dengan Lee Jung Chul, teman kuliahnya.
Sebaiknya kau nanti menikah dengan lelaki yang tidak bisa hidup dan tidak bisa bernapas tanpamu. Cari lelaki yang setidaknya mau pura-pura tidak tahan hidup sendiri tanpamu. Kau ini masih muda, kenapa sudah ribut ingin menikah? Kau harus coba berpacaran dulu, tahu bagaiman rasanya patah hati. Setidaknya harus ada pengalaman, baru menikah.
Sayangnya seperti telah di takdirkan untuk bersama, persiapan pernikahan tetap di jalankan oleh kedua keluarga. Kang Gyung Hee dan Lee Jung Chul pun akhirnya menikah. Selama dua tahun Kang Gyung Hee menjalani kehidupan sebagai rumah tangga. Terkadang rasanya dia ingin melepaskan dan mengabaikan segala hal dalam kehidupannya. Dua tahun menikah, mereka masih belum punya anak juga. Suaminya selama dua tahun ini selalu acuh tak acuh setiap kali ia menyambutnya dengan gembira. Jung Chul tidak pernah mendengarkan ketika diajak mengobrol dan hanya sibuk membaca buku. Suami yang bahkan tidak mengingat hari ulang tahun pernikahan mereka.
Disaat itulah, pada suatu hari dia menemukan foto-foto dan dokumen dari dalam laci meja suaminya yang selalu terkunci. Gyung Hee merasa selama itu dia tidak mengenal suaminya sendiri seperti yang dia kira. Karena penemuan yang mengejutkan itu, Gyung Hee merasa sangat muak dengan suami dan kehidupan pernikahannya.
Namun,aku, Kang Gyung Hee, akan tetap bersabar layaknya wanita elegan selama 100 hari lagi. Setelah itu, aku akan menikamnya dari belakang dengan mengajukan gugatan cerai.Dan disinilah After D-100 dimulai..
After D-100 ini ditulis oleh Park Mi Youn. Mengapa D-100? Karena novel ini mengisahkan perhitungan hari mulai dari saat Gyung Hee memutuskan untuk bercerai hingga hari-hari setelahnya. Novel ini memang mengangkat tema pasangan menikah dan problematika yang cukup sulit dan sensitif : Kemandulan. Jalan cerita yang cukup berat dan bernuansa suram ini oleh penulisnya dibuat menjadi lebih mudah diterima pembaca karena adanya tokoh Gyung Hee yang selalu ceria dan lucu. Kesalahan yang dibuat Jung Chul, penyakit kejiwaan yang menyerangnya, munculnya perempuan dari masa lalu, lelaki charming yang belum menikah dan naksir berat pada Gyung Hee serta misteri-misteri kehidupan Jung Chul silih berganti menaik turunkan emosi Gyung Hee. Selama membaca novel ini, pembaca bisa dengan mudah berada di pihak Gyung Hee. Penulisnya pun saat menuliskan novel ini pun begitu. Tetapi semakin mengikuti alur cerita maka pembaca mungkin akhirnya bersimpati pada Jung Chul di akhir cerita. Saya sendiri menganggap terkadang Gyung Hee memang masih terlalu muda untuk menikah. Emosinya masih terlalu labil tapi menganggap dirinya sudah dewasa. Ha! Ini memang hanya sebuah cerita dalam novel,tetapi saya seperti sudah bertemu Gyung Hee dalam kehidupan nyata. *smirk*
In the end, ada satu paragraph dari novel ini yang menarik untuk di kutip. Ini adalah komentar kakak lelaki Kang Gyung Hee saat ia mendengar adik bungsunya ini ingin menikah dengan Lee Jung Chul, teman kuliahnya.
Sebaiknya kau nanti menikah dengan lelaki yang tidak bisa hidup dan tidak bisa bernapas tanpamu. Cari lelaki yang setidaknya mau pura-pura tidak tahan hidup sendiri tanpamu. Kau ini masih muda, kenapa sudah ribut ingin menikah? Kau harus coba berpacaran dulu, tahu bagaiman rasanya patah hati. Setidaknya harus ada pengalaman, baru menikah.
Akhir kata, ini adalah novel korea pertama yang saya post di blog ini sekaligus sebagai comeback-nya saya ke dunia blogger. sebenernya, saya udah baca beberapa novel korea tapi belom saya post. mungkin di post berikutnya saya akan review novelnya KIM EUN JEONG.
