Translate

Cute Rocking Baby Monkey

Saturday, January 12, 2013

the dark divine (kegelapan agung) by bree despain


 "Yang kuinginkan hanya cintamu, dan sekarang aku tahu itu satu hal yang takkan pernah bisa kumiliki."

Sudah bertahun-tahun Grace Divine tidak bertemu Daniel, cinta pertama yang menghilang tiba-tiba dari hidupnya. Dan sekarang, sekali lagi Grace dibuat terkejut saat melihat Daniel di sekolah, di kelas yang sama dengannya.

Di satu sisi Grace senang Daniel kembali, tapi di sisi lain ia juga takut cowok itu akan pergi lagi, menghilang seperti asap... Apalagi ketika Grace tahu bahwa Daniel menyimpan rahasia besar, rahasia gelap yang bisa membahayakan nyawanya.

Kali ini, akankah Grace yang mundur dari hubungan mereka? Ataukah cinta pertama berhasil menemukan jalannya?







Werewolf dan cinta sejati...sedikit mengingatkan saya pada Twilight Saga. Kenapa? (1) The Dark Divine punya karakter utama seorang anak perempuan baik-baik, yang (2) jatuh cinta pada bad boy, yang (3)tidak terlalu bad boy (sedikit mengingatkan kita pada Edward Cullen, bukan? yah, secara umum). Lalu tema tentang cinta sejati yang akan mengatasi segalanya (4). Sayang, tidak seperti Twilight Saga, The Dark Divine tidak menikmati stardom. Padahal ada beberapa poin yang membuat novel ini lebih menegangkan, dibanding Twiligt Saga yang (sangat) menuruti pakem.

Sinopsis:
The Dark Divine adalah sebuah cerita mengenai keluarga pastur Divine dengan anak-anak mereka, yang selalu menjadi panutan warga sekitar. Terutama dua anak pertamanya. Jude, si sulung yang tampan dan baik hati. Grace, anak kedua yang lembut dan penuh rasa maaf. Yang terakhir adalah usaha Grace untuk menuruti nama yang diberikan padanya. Membuat Grace selalu memikirkan setiap tindakan yang akan diambilnya. Sampai dia bertemu kembali dengan Daniel. Cinta pertamanya yang menghilang selama bertahun-tahun. Bersamaan dengan kedatangan Daniel, beberapa kejadian aneh dan kematian bermunculan. Kebanyakan korban berhubungan dengan pemuda bermata gelap itu.

Kenapa mesti Daniel? Ada apa dengannya? Pertanyaan-pertanyaan ini menuntun Grace lebih dekat lagi pada pemuda itu, tapi di saat bersamaan membahayakan nyawanya serta membawa perubahan pada kakak lelakinya, Jude.

Opini:
Hal-hal yg menarik dari novel ini adalah dia tidak melibatkan cinta segitiga yang begitu rumit dan tidak terselesaikan. Juga tidak melulu menceritakan tokoh utama yang amat patuh pada orangtuanya, bukan hal yg baik, tapi juga bukan sesuatu yg umum ada pada remaja. Buku ini juga menceritakan hubungan kompleks antara orangtua dan anak. Pada satu sisi, Grace menyadari bahwa ayahnya adalah seorang pastur, tapi di saat bersamaan dia juga tidak menikmati posisinya sebagai panutan remaja-remaja sekitar. Hal ini membuat Grace hidup dan berjalan di atas kedua jempol kakinya. Dia harus berhati-hati dalam berkata, bersikap, bahkan dalam memilih pakaian.

Hanya saja, pada bagian tengah, cerita jadi sedikit membosankan. Sebuah rahasia yang seharusnya dibuka, karena sudah menjadi rahasia penulis dan pembaca, malah dibiarkan mengambang. Membuat cerita menjadi menjemukan. Saya bahkan harus menutup buku ini dan membacanya kembali setelah berminggu-minggu. Setelah saya mendapatkan mood saya kembali. Seandainya saja Despain melewati bagian yang membosankan itu atau, lebih baik lagi, mampu mengencangkan cerita dan tidak membiarkannya molor—pasti novel ini sudah saya babat habis.

montase by windry ramadhina







Aku berharap tak pernah bertemu denganmu. Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku. Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu.
Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu. Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku.
Tapi..., kalau aku benar-benar tak pernah bertemu denganmu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa. Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh mencintai... dan dicintai sosok seindah sakura seperti dirimu.


waktu di grammedia, saya cuma di kasih waktu sekitar 10 menit untun memilih novel. waktu saya lagi liat novel baru, saya langsung jatuh hati dengan dengan cover montase yang simpel tapi cantik. dan insting saya menyuruh saya untuk mengambilnya. dan tidak salah, pengarangnya adalah mba windry yang juga mengarang memory dan sinopsisnya yang sangat mengena di hati semakin meyakinkan saya bahwa saya harus membeli buku tersebut.

 
Montase bercerita tentang Rayyi, seorang pemuda yang bermimpi menjadi seorang pembuat film dokumenter. Sementara itu, statusnya sebagai putra dari seorang produser kenamaan membuatnya harus mengambil jurusan produksi alih-alih dokumenter. Lalu Rayyi bertemu dengan Haru, seorang mahasiswi dari Jepang yang belajar dokumenter di kampusnya. Kisah Rayyi dan Haru so sweet banget. Rayyi yang terkesan angkuh dan merasa hebat itu perlahan-lahan luluh di depan Haru yang imuuut. Saya jatuh cinta banget sama tokoh Haru... dan analogi tentang Sakura yang dijabarkan di novel ini membuat saya trenyuh....

novel ini menceritakan bagaimana masing-masing karakter memperjuankan mimpi mereka. dan kata kata favorit saya dalam novel ini adalah 
"masih ada mimpi yang jauh lebih besar dibanding mimpi lainnya"

memory by windry ramadhina




Kisah ini bermula dari seorang arsitek bernama Mahoni, yang sedang membangun kariernya di Virginia; kota yang jauh dari negara asalnya. Akan tetapi kenangan-kenangan yang tidak ingin ia ingat muncul kembali, ketika ia mendengar sebuah pesan telepon yang menanyakan kabarnya. Pesan tersebut datang dari orang yang pernah amat dicintai Mahoni, teman bicaranya, sosok yang amat dikaguminya. Sayangnya, Mahoni telah dibuat patah hati dengan rasa kecewa yang amat berat; meninggalkan luka yang mendalam dalam hatinya. Orang tersebut adalah sosok yang ia sebut Papa.

Mae - Mama Mahoni, yang tak pernah ia panggil Mama lagi - ditinggalkan oleh suaminya semenjak mereka sering bertengkar dan muncul wanita bernama Grace. Semenjak kehadiran Grace, keluarga Mahoni menjadi kacau, terlebih lagi Mae yang selalu terpuruk dalam kesedihan dan meratapi kepahitan hatinya. Apalagi ketika Mahoni mengetahui Ayahnya dan Grace mempunyai seorang anak, yang akan menjadi adik tiri bagi Mahoni; hati Mahoni dipenuhi dengan kekecewaan yang luar biasa. Semua itu sebenarnya sudah menjadi kenangan bagi Mahoni; akan tetapi takdir sepertinya berkata lain saat Mahoni mendapat telepon dari Om-nya, yang mengabarkan bahwa Ayahnya dan Grace meninggal dalam kecelakaan mobil.

Mendengar berita mengejutkan itu, tanpa alasan yang ia ketahui jelas, Mahoni memutuskan untuk pulang kembali ke Jakarta. Setibanya di Jakarta, ia menginjakkan kakinya kembali di rumah Papanya; rumah yang dipenuhi kenangan bersama dengan Ayah yang amat ia sayangi. Memori-memori yang telah Mahoni simpan rapat-rapat kembali muncul permukaan. Dan berita yang mengejutkan baginya tidak berhenti sampai di situ; Mahoni harus berada dalam keadaan terjepit yang sangat tidak ia inginkan. Ia harus tinggal selama dua bulan untuk menjaga adik tirinya: Sigi.


Kepulangan Mahoni ke Jakarta tidak hanya mempertemukannya dengan Sigi; tetapi juga dengan seseorang dari masa lalunya: Simon Marganda. Lelaki itu adalah teman Mahoni semasa kuliah; mereka sama-sama membangun karier dalam dunia arsitek. Pada pertemuan pertama mereka, Simon menawari Mahoni untuk bekerja di studionya; MOSS. Tentu saja Mahoni tidak menolak; selain saat itu ia tidak mempunyai pekerjaan, ia selalu ingin tahu bagaimana rasanya bekerja sama dengan seorang Simon.

Seiring berjalannya waktu, hubungan Mahoni dengan Sigi (adik tirinya yang dulu sama sekali tidak mau ia akui) perlahan-lahan menjadi lebih dekat. Mahoni beberapa kali merasa tersentuh oleh sikap hangat Sigi, dan ia tidak mampu menolak perasaan memiliki keluarga - sesuatu yang selalu ia idam-idamkan. Sedikit demi sedikit, Mahoni jadi lebih memperhatikan saudara tirinya itu. Namun demikian pula dirinya terhadap Simon. Entah mengapa, ada perasaan yang mengganggu ketika ia melihat hubungan Simon dengan rekan kerjanya, Sofia. Perasaan yang pernah ada di hati Mahoni bertahun-tahun lalu itu pun sepertinya kembali tumbuh.

Permasalahan Mahoni pun tidak berhenti sampai di sana. Ia diperhadapkan dengan sebuah pilihan yang sulit, menyangkut impian yang selalu ia idamkan selama ini. Ia berada dalam posisi sulit yang harus memilih antara tetap menjaga Sigi, atau pergi meraih impiannya. Demikian pula perasaannya terhadap Simon. Saat Mahoni mengetahui bahwa Simon ternyata masih menyimpan kenangan manis mereka 4 tahun yang lalu, Mahoni dilanda ketakutan yang amat sangat; bahwa ia akan menjadi seperti Grace yang menyakiti Mae dengan merebut kekasihnya. Mahoni takut ia akan membuat Sofia terluka dan terpuruk seperti Mae. Lalu apakah yang menjadi keputusan Mahoni?


Secara keseluruhan, aku merasa buku ini mempunyai mood yang tenang, calming, terasa seperti rumah yang hangat. Cara penulisan dan penuturannya benar-benar mencerminkan mood yang seperti itu kalau menurutku secara pribadi. Konflik yang disuguhkan dalam buku ini pun sebenarnya tidak terlalu rumit, oleh karena itu aku mengkategorikan buku ini sebagai bacaan yang cukup ringan. Meskipun kelihatannya alur cerita buku ini dalam dan emosional, aku kurang merasakan excitement dan emosi dari buku ini. Hanya beberapa kali perasaanku tersentuh saat hubungan antara Mahoni dan Sigi perlahan-lahan menjadi lebih baik. Aku rasa itulah salah satu alasan aku menurunkan setengah rating untuk buku ini.
Selain daripada itu, aku menyukai keseluruhan cerita dalam buku ini :) Mood-nya yang calm, konflik yang mengalir dengan baik, penulisan yang puitis dan manis, karakter yang konsisten, penyelesaian masalahnya pun menjadi sebuah penutup yang indah. Looking forward to Windry Ramadhina's next book :))