"Yang kuinginkan hanya cintamu, dan sekarang aku tahu itu satu hal yang takkan pernah bisa kumiliki."
Sudah bertahun-tahun Grace Divine tidak bertemu Daniel, cinta pertama yang menghilang tiba-tiba dari hidupnya. Dan sekarang, sekali lagi Grace dibuat terkejut saat melihat Daniel di sekolah, di kelas yang sama dengannya.
Di satu sisi Grace senang Daniel kembali, tapi di sisi lain ia juga takut cowok itu akan pergi lagi, menghilang seperti asap... Apalagi ketika Grace tahu bahwa Daniel menyimpan rahasia besar, rahasia gelap yang bisa membahayakan nyawanya.
Kali ini, akankah Grace yang mundur dari hubungan mereka? Ataukah cinta pertama berhasil menemukan jalannya?
Werewolf dan cinta sejati...sedikit mengingatkan saya pada Twilight Saga. Kenapa? (1) The Dark Divine punya karakter utama seorang anak perempuan baik-baik, yang (2) jatuh cinta pada bad boy, yang (3)tidak terlalu bad boy (sedikit mengingatkan kita pada Edward Cullen, bukan? yah, secara umum). Lalu tema tentang cinta sejati yang akan mengatasi segalanya (4). Sayang, tidak seperti Twilight Saga, The Dark Divine tidak menikmati stardom. Padahal ada beberapa poin yang membuat novel ini lebih menegangkan, dibanding Twiligt Saga yang (sangat) menuruti pakem.
Sinopsis:
The Dark Divine adalah sebuah cerita mengenai keluarga pastur Divine dengan anak-anak mereka, yang selalu menjadi panutan warga sekitar. Terutama dua anak pertamanya. Jude, si sulung yang tampan dan baik hati. Grace, anak kedua yang lembut dan penuh rasa maaf. Yang terakhir adalah usaha Grace untuk menuruti nama yang diberikan padanya. Membuat Grace selalu memikirkan setiap tindakan yang akan diambilnya. Sampai dia bertemu kembali dengan Daniel. Cinta pertamanya yang menghilang selama bertahun-tahun. Bersamaan dengan kedatangan Daniel, beberapa kejadian aneh dan kematian bermunculan. Kebanyakan korban berhubungan dengan pemuda bermata gelap itu.
Kenapa mesti Daniel? Ada apa dengannya? Pertanyaan-pertanyaan ini menuntun Grace lebih dekat lagi pada pemuda itu, tapi di saat bersamaan membahayakan nyawanya serta membawa perubahan pada kakak lelakinya, Jude.
Opini:
Hal-hal yg menarik dari novel ini adalah dia tidak melibatkan cinta segitiga yang begitu rumit dan tidak terselesaikan. Juga tidak melulu menceritakan tokoh utama yang amat patuh pada orangtuanya, bukan hal yg baik, tapi juga bukan sesuatu yg umum ada pada remaja. Buku ini juga menceritakan hubungan kompleks antara orangtua dan anak. Pada satu sisi, Grace menyadari bahwa ayahnya adalah seorang pastur, tapi di saat bersamaan dia juga tidak menikmati posisinya sebagai panutan remaja-remaja sekitar. Hal ini membuat Grace hidup dan berjalan di atas kedua jempol kakinya. Dia harus berhati-hati dalam berkata, bersikap, bahkan dalam memilih pakaian.
Hanya saja, pada bagian tengah, cerita jadi sedikit membosankan. Sebuah rahasia yang seharusnya dibuka, karena sudah menjadi rahasia penulis dan pembaca, malah dibiarkan mengambang. Membuat cerita menjadi menjemukan. Saya bahkan harus menutup buku ini dan membacanya kembali setelah berminggu-minggu. Setelah saya mendapatkan mood saya kembali. Seandainya saja Despain melewati bagian yang membosankan itu atau, lebih baik lagi, mampu mengencangkan cerita dan tidak membiarkannya molor—pasti novel ini sudah saya babat habis.
No comments:
Post a Comment